Pages

Mitos itu telah berakhir (seri situ Cileunca) #Part 2


Pengeramatan sebuah tempat rasanya menjadi sesuatu yang lumrah terjadi di masyarakat kita saat ini bahkan sudah mengakar kuat dari generasi ke generasi,hampir tiap daerah cerita mistis tentang sebuah tempat yang di anggap memiliki kekuatan ghaib, pasti selalu ada, termasuk Situ Cileunca yang berada di wilayah pangalengan Bandung Selatan juga tidak luput dari sisipan-sisipan cerita mistis. Seperti yang sudah saya paparkan pada artikel sebelumnya Mitos itu telah berakhir bagian 1  kita mendapati cerita-cerita rakyat tentang keberadaan 2 siluman yang sangat menakutkan, yang konon katanya banyak saksi yang sudah melihatnya secara langsung, begitupun dengan pantangan orang Garut untuk berkunjung kesana karena akan berakhir dengan kecelakaan,juga cerita mistis-mistis lainya. Hal itu seolah sudah menjadi bagian yang tidak bisa di pisahkan dari keberadaan situ tersebut.

Namun Sejatinya keberadaan mitos tersebut bukanlah sesuatu yang mesti  dibenarkan,terlebih bagi kita seorang Muslim, tidak selayaknya menempatkan cerita mistis sebagai sebuah keyakinan, karena bertentangan dengan ajaran Islam. 

Islam mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada keterkaitan antara sebuah kecelakaan atau kesialan dengan tempat tertentu yang di anggap berkeramat, bahkan itu adalah dosa besar jika di lakukan karena merupakan bagian dari Syirik (Menyekutukan ALLAH) dengan meyakini munculnya bahaya jika kita berada di tempat tersebut.

Keberadaan cerita-cerita mistis yang berawal dari penampakan-penampakan sosok menakutkan sehingga menjadi buah bibir yang terus-menerus di pertahankan oleh  masyarakat secara turun temurun, sejatinya hal tersebut adalah bagian dari tipu muslihat Syaitan untuk menyesatkan manusia  pada jalan kesyirikan, menjadikan manusia lebih takut kepada hal-hal ghaib dan tempat-tempat yang di keramatkan ketimbang takut  kepada ALLAH, meyakini bahwa tempat-tempat yang diyakini  memiliki unsur mistis akan mendatangkan bahaya dan musibah jika kita melanggarnya. 

Allah menyebutkan dalam Al-Quran bahwa dosa Syirik (menyekutukan ALLAH) adalah dosa tidak akan di ampuni :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48).

 Salah satu dosa syirik termasuk meyakini ada kekuatan lain selain dari kekuatan Allah, mengeramatkan sebuah tempat tertentu sehingga beranggapan bahwa tempat tersebut dapat mendatangkan manfaat juga bahaya, mempercayai adanya roh halus berupa siluman yang menguasai sebuah tempat tertentu sehingga kita diharuskan mengikuti apa yang di inginkan oleh siluman tersebut jika hendak singgah/melewatinya, dsb.


Lantas apa yang harus kita lakukan,,, agar terbebas dari dosa syirik melalui khurafat dan tahayyul tersebut. maka tiada lain adalah mengembalikan semuanya kepada Allah bahwa langit dan bumi beserta isinya adalah Miliknya, dan kekuasaan atas seluruh mahluk adalah MilikNya, ketetapan atas segala sesuatu adalah berada dalam Qada dan QadarNya, mahluk ciptaan ALLAH baik dari golongan Jin dan manusia tidak mampu memberikan manfaat ataupun madzorot sedikitpun melainkan semuanya atas kekuasaanNYA.

ubaidillah

Perkenalkan nama saya Acep Firmansyah. Saya senang menulis berbagai hal mengenai aktivitas pribadi, isu-isu terkini, dan berbagai hal lainya. Terimakasih sudah berkunjung . Semoga teman-teman bisa mengambil manfaat.

No comments:

Post a Comment