Pages

Who Moved My Cheese ? #Part 1

Bismillahirrahmanirrahim.
Hai Sahabat dumai ... pernah dengar Who Moved My Cheese..? yang dalam bahasa Indonesia  berarti  " Siapa yang telah memindahkan keju saya", nah jika belum, maka ini waktu yang tempat untuk temen-temen stay di blog ini.karena saya Insya Allah akan memaparkan tentang siapa pelaku yang telah memindahkan keju. (hehe, maksudnya apa kandungan atau makna yang terdapat dalam kiasan judul tersebut)

Ok..kita lanjut...Sahabat dumai Who Moved My Cheese..? bukanlah sebuah judul film sinetron yang sering nongol di TV yang kadang gak jelas apa pelajaran dan hikmah yang bisa di ambil, (malah banyaknya mengajarkan hal-hal kurang baik,seperti gaya hidup bebas,kosumtif,hedonisme,dll) ,bukan pula film hollywood yang tayang di Bioskop-bioskop dan di gandrungi banyak kalangan baik tua ataupun muda,sehingga pada lupa kapan waktu Ibadah karena film tersebut tayangnya nabrak waktu shalat  (hehe..), 

Lantas apa sih yang istimewa dari Who Moved My Cheese , sehingga penulis menganggap penting untuk mengangkat tulisan ini dan kemudian berbagi dengan sahabat semua.

Judul ini saya ambil dari sebuah buku karya Spencer Johnson, M.D, yang sangat mendunia dan best seller. (Katanya beliau ini  adalah satu  salah satu motivator terhebat dunia yang telah menjadi konsultan perusahan-perusahan terkenal juga telah menelurkan buku-buku hebat dan best seller yang menjadi rujukan dunia managemen perbisnisan), (itu masih katanya,karena saya sendiri belum pernah bertemu dengan sosoknya,bahkan masih baru-baru ini saya mengenal namanya,dan itupun lewat bukunya,hehe). Termasuk dalam artikel ini sayapun akan membahas point-point penting yang di kemukakan dalam buku tersebut.

Penampakan bukunya
Saya tertarik untuk membahas buku ini karena menurut saya buku ini sangat bagus bagi kita semua yang sedang galau dalam menghadapi pekerjaan yang tidak menentu, jemu terhadap aktifitas yang itu-itu saja, punya cita-cita tinggi namun malas melangkah,tumpul dalam ide dan kreatifitas,dll.

Sebelum mengupas buku tersebut,saya akan mengajak terlebih dahulu kilas balik bagaimana asal muasalna saya tertarik membaca buku tersebut, agar frame juga mungkin suasanaya bisa transfer ke teman-teman.

Buku tersebut saya miliki sekitar 1 tahun yang lalu dan belum pernah saya baca, bahkan lupa pula dari mana buku tersebut berasal,apakah beli sendiri ataukah di kasih oleh anak-anak (murid), Yang pada akhirnya satu pekan kebelakang tanpa sengaja saya melihat buku tersebut di deretan lemari,saat mencari buku lain. Pada mulanya saya sendiri tidak begitu berminat,karena saya anggap itu hanyalah sebuah dongeng anak-anak karena melihat covernya yang lucu, atau sebuah resep makanan karena di halaman depan tertulis Cheese..hehe. 

Terlebih saya itu paling anti dengan sesuatu yang berbau barat termasuk dalam muatan buku-buku, saya punya sejarah kekecewaan yang mendalam dari buku-buku versi barat terutama yang berkaitan dengan Sejarah dimana para ilmuwan barat melalui buku-bukunya telah menghilangkan Islam  dari pelaku sejarah,memutarbalikan fakta,mengkerdilkan,bahkan menghinakanya, sehingga seolah-olah Islam tidak pernah ada dalam peredaran peradaban dunia. Padahal sejatinya Islamlah yang paling berjasa terhadap ilmu pengetahuan sebagai batu peletak keilmuan modern. juga kekuasaan Islam pada masa kejayaanya pernah menguasai 2/3 Dunia, dan berdiri kokoh selama 13 Abad lamanya.

Kembali ke buku... sejenak saya membaca dan menelaah buku tersebut, sehingga saya berkesimpulan cukup bagus buku tersebut untuk di baca oleh orang muslim,karena secara teori tidak bertentangan dengan Islam,bahkan sejatinya konsep dasar teori tersebut telah ada dalam Al-Quran dan Hadits,namun masih belum ada pakar Islam merinci secara rigit dan di kemas dalam sebuah ilustrasi yang sangat menarik agar mudah di pahami seperti yang terdapat dalam buku tersebut.

Karena bagi seorang muslim sukses itu harus,mapan dalam ekonomi itu kudu, karena tentunya dakwah itu tidak hanya dengan jiwa tapi juga dengan harta,dan itulah orientasi sesungguhnya dari harta, hanya  dan untuk di gunakan jalan dakwah, bukan untuk hura-hura,bukan pula jalan kesombongan karena merasa paling kaya. Terlebih saat ini umat Islam yang sedang terpuruk,lemah dan kalah dalam segala bidang, Maka musti cerdas membaca peluang dan mengasah kreatifitas,juga tidak gundah saat di terpa badai perubahan ekonomi, karena sejatinya kitalah yang harus menguasai dan menciptakan kesetabilan ekonomi,

Nah bagaimana kelanjutan dari buku tersebut... penasaran kan.. hehe.. tunggu di artikel berikutnya...!!!

Oleh Acep Fsy, Kamis,21 April 2016

ubaidillah

Perkenalkan nama saya Acep Firmansyah. Saya senang menulis berbagai hal mengenai aktivitas pribadi, isu-isu terkini, dan berbagai hal lainya. Terimakasih sudah berkunjung . Semoga teman-teman bisa mengambil manfaat.

No comments:

Post a Comment