Pages

Maut Pasti Menjemput (Semoga Allah Ampuni Engkau Wahai Nenek)

Baru sepekan lalu kami membicarakan sang nenek yang lagi sakit, kemudian atas izin Allah sembuh kembali seperti sediakala. Namun hari ini Rabu/18/05/2016, saat masih pagi-pagi buta sepulang bekerja, kebetulan hari ini ada amanah jam kantor di malam hari. Istriku menyampaikan bahwa nenek telah tiada, meninggal di RS. Immanuel, "Apa penyebabnya" tanyaku, " dia terjatuh di WC karena pecah pembuluh darah" jawab sitriku, "kemudian di bawa ke rumah sakit untuk di rujuk, dan atas takdir Allah menghembuskan nafas terkahirnya disana". "Innalillahi wainna ilaihi rajiun" katakaku. "begitulah usia yang tidak pernah tau kapan berakhirnya."

Hatipun tergiring untuk mengambil ibroh, bahwa benar mata manusia begitu gelap dalam melihat masa kematian, sehingga satu detik di masa esok tak terbersit kapan datangnya. Waktu berjalan begitu cepat, masih teringat sang nenek terlihat sehat wal'afiat bercengkrama dengan gembira saat beberapa bulan yang lalu kami bermain ke rumahnya, tidak ada yang tau bahwa ternyata pertemuan itu adalah untuk yang terakhir kalinya, dan tidak tahu pula bahwa usia nenek hanya tinggal hitungan hari sejak pertemuan itu..

Kematian tidak dapat di tolak dan tidak dapat di undur meski hanya sedetik, pada masanya ia akan berlari menghampiri, bahkan kita sendiri yang akan mendatangi kematian itu tanpa tanpa tau bahwa di tempat itu usia kita akan berakhir, pikiranpun tergiring ke masa silam yang masih segar di ingatan sebuah kisah yang membuktikan bahwa seseorang benar-benar mendatangi tempat kematianya, saat orang Rusia sana uji test pesawat yang akan di beli oleh pemerintah indonesia, namun kemudian ia menabrak sebuah gunung di wilayah bogor dan meninggal disana.

Itulah kematian, setiap hamba yang bernyawa akan mati tanpa kecuali, cepat atau lambat ia akan datang menghampiri, kematian tidak melulu karena usia yang sudah menua dan berpenyakit karena kian lemah organ tubuhnya, namun masa muda, atau anak-anakpun tidak ada pembeda, semuanya mendapatkan porsi yang sama, bahwa saat tiba masanya kematian akan datang menghampiri

begitupun dengan nenek kami yang Allah takdirkan hari ini meninggal dunia, itulah akhir masa hidup di dunia untuknya, tidak bisa di hentikan dan di undur semuanya sudah sesuai takdirnya, semoga Allah berikan ampunan untuknya dan di tempatkan dalam naungan rahmatnya.

Pelajaran penting untuk senantiasa siap menghadapi kematian dan menyiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematian.. bahkan Rasulullah pernah berwasiat, bahwa orang yang paling cerdas bukanlah ia yang serba tau semuanya, namun ia yang pandai daalam mengingat kematian, lantas banyak-banyak menyiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematianya.

Semoga kita bisa menjemput husnul khatimah saat kematian datang menghampiri, dan semoga Allah hindarkan kita dari kematian yang su'ul khatimah. Aamiin.

Lembang, 18/05/2016

ubaidillah

Perkenalkan nama saya Acep Firmansyah. Saya senang menulis berbagai hal mengenai aktivitas pribadi, isu-isu terkini, dan berbagai hal lainya. Terimakasih sudah berkunjung . Semoga teman-teman bisa mengambil manfaat.

No comments:

Post a Comment