Pages

The khilafa (Resensi Buku)

source : google.com
Judul : The Khilafa
Penulis : Jaynur Ridwan
Halaman : 326 

Novel tersebut berkisah tentang sosok bernama bumi asal kota bandung dan kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir yang melakukan tour ruhani ke negri Palestina, tujuan awal ia ingin berkunjung ke mesjid Al-Aqso untuk napak tilas kejayaan Islam yang kini di lcehkan oleh tangan Zionis Yahudi Laknatullah kemduian di lanjut ke dataran Golan untuk melihat keindahan negri Syam dari atas sana. Namun nahas saat di pintu gerbang menuju komplek Al-Quds Bis yang di tumpanginya di hadang oleh tentara Israel dan tidak di perbolehkan untuk masuk ke kompek mesjid tersebut. Lebih na'asnya lagi ternyata saat bumi kelur bis untuk melakukan protes kemudian ia di seret oleh tentara Israel bis yang ia tumpangi meledak sehingga membunuh seluruh penumpang yang menjadi turis beserta beberapa tentara Israel yang sedang memeriksa di dalam Bis.

Kejadian na'as tersebut ternyata membawa bumi untuk berkelana lebih jauh tentang bumi palestina yang di berkahi, ia bertemu dengan syaikh umar yang menjadi gurunya di universitas Al-Azhar dan kemudian membawanya untuk mengetahui lebih jauh keadaan bumi palestina, merasakan getir dan pahitnya rakyat Palestina yang terusir dari negrinya, merasakan hidup di bawah bunker dan terowongan yang jumlahnya ribuan di bawah tanah kota gaza dan menjadi tempat perlindungan warga gaza dari serangan rudah juga tempat berjuangnya mujahidin Hamas yang menjadi musuh besar Israel saat ini.

Tidak hanya berkisah tentang perjalanan sang bumi saja, novel tersebut mengisahkan pula tentang bagaimana konspirasi zionis yahudi laknatullah atas negri paletina, golongan yang semula tidak memiliki tanah karena terusir dari negri-negri sebab kesombonganya kini menjajah bumi sebagian besar tanah palestina, berawal dari pemberian izin oleh Inggris saat menjajah palestina untuk kaum yahudi berpindah ke negri Syam tersebut. Misi utama mereka jelas yaitu ingin membangun Kuil haikal Sulaiman diatas kompleks Al-Quds saat ini dan menyiapkan kedatangan sang dajjal yang akan menjadi raja mereka dan menyatkukan dunia diatas satu kepemimpinan sang Dajjal Laknatullah.

Jika ditarik dari sejarah sungguh yahudi yang mendiami tanah palestina sekarang tidak ada hak meski sejengkal atas tanah tersebut, mereka boleh mengklaim tanah tersebut adalah warisan nabi sulaiman yang mereka anggap di peruntukan untuknya, namun fakta membuktikan yahudi sekarang yang tinggal di negri palestina bukanlah keturuan bani Israil, jikapun keturunan bani Israil maka sama pula tidak ada hak atas tanah tersebut, karena mereka sang pembangkang para nabi juga membunuhnya, teringat dengan kisah nabi Musa dalam Al-Quran dimana kaum bani Israel enggan untuk measuk ke negri Palsetina saat di ajak oleh Nabi Musa, malah mereka menyuruh nabi Musa untuk berjalan sendirian menaklukan negri palsetina, padahal kaum bani Israel adalah kaum tertindas pada masa raja fir'aun yang kemudian di selamatkan oleh nabi Musa. 

Merekalah yang membunuh para nabi utusan Allah, termasuk membunuh orang yang di serupakan dengan nabi  Isya, sehingga ini alasan kuat untuk Kaum nasrani jika mereka membuka sejarah dan mau berfikir untuk tidak bersekutu dengan kaum Yahudi laknatullah.

Dalam buku (novel) tersebut di kupas juga pentingnya Khilafah Islamiyyah yang membawahi seluruh umat Islam dalam satu panji dan satu komando sang kholifah, karena salah satu kemunduran umat dan terinjak-injaknya harga diri umat Islam adalah tidak adanya khilafah yang bertanggungjawab atas pundak-pundak mereka. 

Buku (novel tersebut) adalah bersifat fiksi namun data-data yang di muat adalah berupa fakta-fakta empiris sehingga saat kita membacanya tidak seolah membaca novel fiksi namun lebih merasakan seperti membaca sejarah yang benar-benar real. Dan itulah salah satu keunggulan dari novel tersebut sehingga wajib bagi anda untuk membacanya karena kita tidak hanya mendapatkan sebuah hiburan namun dapat menyingkap fakta-fakta yang tersebunyi yang saat ini sengaja di tutupi.

Dalam hemat saya ada beberapa kekurangan dari novel tersebut tertutama pada bagian kisah percintaan Bumi dengan seorang gadis palestina yang menjadi dokter bernama khumayra, seolah tidak ada hijab atau batasan-batasan yang jelas sesuai dengan Syariat sehingga bagi orang-orang tertentu termasuk saya agak terlalu pulgar, padahal bisa di kemas dengan bahasa atau konsep lain yang lebih menyentuh, Namun Ala Kulli Hal, saya sangat mengapresiasi novel tersebut sebagai karya yang wajib di baca oleh umat Islam, karena seperti yang sudah saya sebutkan novel tersebut tidak hanya memuat sebuah kisah yang menarik namun ada fakta-fakta yang harus di ketahui umat Islam yang diangkat dalam novel tersebut.

Semoga bermanfaat
Acep fsy - 27/05/2016

ubaidillah

Perkenalkan nama saya Acep Firmansyah. Saya senang menulis berbagai hal mengenai aktivitas pribadi, isu-isu terkini, dan berbagai hal lainya. Terimakasih sudah berkunjung . Semoga teman-teman bisa mengambil manfaat.

No comments:

Post a Comment