Pages

Gagal Fokus

image : google.com
Fokus adalah salah satu kunci keberhasilan dari sebuah target yang di rencanakan, dimana dalam istilah dunia bisnis fokus biasa di artikan "memberikan seluruh perhatian dan upaya terhadap tujuan / target" , artinya saat kita punya tujuan yang hendak di capai maka mengerahkan seluruh perhatikan dan berbagai upaya terhadap target tersebut guna meraih keberhasilan itulah dinamakan fokus. 

Fokus  dalam sebuah tujuan seperti halnya sebuah kaca berbentuk lup, kenapa ia mampu membakar sebuah benda dengan memanfaatkan cahaya matahari, sedangkan kaca serupa (selain yang berbentuk lup) tidak mampu membakar benda meskipun mendapatkan perlakuan serupa, karena kaca lup memiliki titik fokus dimana saat cahaya datang maka ia terkumpul dalam satu titik kemudian mengalami akumulasi volume panas sehingga saat di pantulkan terhadap sebuah benda ia mampu membakarnya. Begitupun saat kita memiliki sebuah target/tujuan, saat perhatian dan upaya kita fokus tertuju padanya (target) maka akan memudahkan tercapainya sebuah target tersebut. 

Seperti halnya pula seseorang yang mengendarai sebuah Bus dan hendak berangkat ke suatu kota, jika ia fokus terhadap tujuanya tidak memikirkan apakah ia benar-benar akan pergi ke kota tersebut ataukah ke kota lain, ataukah ia masih memikirkan apakah mau melewati jalan A atau jalan B, sehingga sesaat setelah menentukan jalan A, ia kembali lagi untuk melalui jalan B karena ia menganggap jalan B lebih aman, tentu ia akan cepat sampai kepada tempat yang akan di tuju. 

Maka seseorang yang tidak fokus (gagal fokus) terhadap tujuanya bisa di pastikan ia akan terlambat untuk mencapai target bahkan bisa jadi ia gagal untuk sampai kepada tujuanya.

Beberapa penyebab yang menjadikan seseorang gagal fokus terhadap tujuanya diantaranya :
  • Tidak berkeinginan kuat
Keinginan kuat sangat berpengaruh terhadap proses yang akan di lakukan, kekuatan dalam keinginannya akan di buktikan dengan kuatnya proses ikhtiar yang di lakukan, makin kuat keinginannya maka akan semakin kuat ketahanan dalam proses ikhtiarnya. 
Seseorang yang malas, cepat menyerah menandakan lemahnya keinginan terhadap tujuanya. 
  • Kurang memiliki pemahaman yang matang terhadap target.
Apa jadinya jika seseorang memiliki sebuah tujuan namun ia tidak memahami secara utuh tentang tujuan yang hendak di capainya, sepertihalnya seseorang yang ingin membeli buah mangga namun ia tidak tahu secara utuh seperti apakah bentuk buah mangga, karena sejauh ini ia hanya mengetahui dari orang lain bahwa buah mangga berbau harum dan rasanya manis, maka ia akan ketinggalan langkah untuk mendapatkannya karena ia harus menanyakan ulang seperti apakah bentuk buah mangga dan dimanakah tempat yang menjual buah tersebut, dan jika ia tidak berhasil mencari orang yang bisa di tanyakan atau ia salah bertanya maka di pastikan ia akan gagal untuk memiliki buah mangga yang di idam-idamkan tersebut. Maka memilki kefahaman yang utuh terhadap sebuah tujuan adalah keniscayaan karena hal tersebut akan memandunya dalam meraih tujuan.
  •  Keinginan bercabang
Seseorang yang memiliki dua atau lebih keinginan dalam satu waktu maka hal tersebut akan memperlambat tercapainya sebuah tujuan bahkan apabila ia tidak memiliki managment yang tepat bisa jadi semua keinginan tersebut berakhir dengan kegagalan. Idealnya adalah setiap target yang hendak di tuju kita petakan satu persatu sesuai dengan keinginan yang paling di butuhkan, kemudian kita bersegera melakukan target berikutnya tatakala selesai melakukanya. Seperti seseorang yang ingin menguasai bahasa arab dan bahasa inggris dalam waktu dua bulan, tidak tepat jika ia memutuskan mempelajari dua bahasa tersebut secara bersamaan, yang ideal adalah membagi waktu menjadi 2 bagian, satu bulan pertama ia mempelajari bahasa Inggris dan bulan kedua ia mempelajari bahasa arab.
  • Tidak siap instrument
Adalah hal konyol bahkan bisa di katakan bunuh diri jika seseorang yang ingin berperang namun tidak ada satupun perlengkapan perang yang di bawa, atau ia membawa perlengkapan namun tidak sesuai dengan kebutuhan dalam peperangan. Maka instrument penunjang misal berupa ketersediaan waktu, pelaku yang di bebankan terhadap suatu target, sebuah regulasi  yang mengatur dan mengontrol sebuah target tersebut,dll, adalah keniscayaan untuk di persiapkan secara matang, sebuah pribahasa mengatakan gagal dalam melakukan perencanaan maka telah merencanakan untuk gagal.

Misal seseorang jadi direktur dalam sebuah perusahaan kemudian perusahaan tersebut memiliki target tertentu yang harus di capai,  namun sang direktur tidak menyiapkan orang yang sesuai kualifikasi untuk menjalankan targetnya, kemudian tidak menyiapkan regulasi-regulasi/peraturan tertentu yang dijadikan panduan untuk menjalankan targetnya, maka sejatinya direktur tersebut sudah menjadikan kegagalan terhadap target perusahaanya.

InsyaAllah bersambung
Semoga bermanfaat.

Lembang, Acep Firmansyah : 22/06/2016

ubaidillah

Perkenalkan nama saya Acep Firmansyah. Saya senang menulis berbagai hal mengenai aktivitas pribadi, isu-isu terkini, dan berbagai hal lainya. Terimakasih sudah berkunjung . Semoga teman-teman bisa mengambil manfaat.

No comments:

Post a Comment