Pages

Notes From Garut (Edisi Relawan Bagian 3)

General cleaning pasca apel
 Hari Kedua
Lengkap sudah di kenakan, sepatu booth, sarung tangan, dan topi hitam, berikut rompi khusus dengan identitas relawan, saya dan tim siap kerja berkhidmat untuk umat, pastinya kerja beneran ya,.. kalau tidak, tinggal tambah pentungan maka cocoknya jaga di pos satpam hehe... Rasa sakit di kepala masih terasa dan menyisakan benjolan cukup besar di pelipis bagian kiri berikut dengan lebam membiru, namun tekad yang kuat ternyata mampu menghilangkan semua yang dirasa. 
Target berangkat ke lokasi utama adalah pukul 07:30, waktu saat itu masih menunjukan pukul 07:00 itu artinya masih ada kesempatan 30 menit lagi untuk saya dan tim bersiap-siap. Satu aktifitas lagi yang harus kami lakukan sebelum keberangkatan adalah apel pagi, saat itu saya berlaku sebagai korlap utama membawahi 16 orang anggota, sedang 4 orang lagi beserta 1 pembimbing berlaku sebagai tim Logistik menyiapkan makanan untuk siang dan sore harinya.

Tiga amanah yang saya tekankan kepada anggota tim saat apel berlangsung, pertama adalah luruskan niat semata hanya karena Allah tidak ada niat lain apalagi hanya untuk main-main, bagi yang tidak serius maka pulang lagi kepesantren jauh lebih baik , kedua lakukan yang terbaik karena saat ini masyarakat di lokasi bencana benar-benar membutuhkan aksi nyata antum, kesungguhan niat akan tercermin dari tindak laku selama proses bekerja, antum malas-malasan berarti menunjukan tidak lurusnya niat, tidak mengapa kita lelah meski seluruh badan basah kuyup bermandikan keringat, Insya Allah setiap tetesnya akan berlimpah pahala , setiap geraknya akan berlimpah kebaikan yang kelak akan kembali kepada kita, ketiga tunjukan sikap dan prilaku yang terbaik terlebih kita hidup sebagai seorang santri yang hidup di pesantren, ahlak adalah parameter penting sebagai implementasi dari ilmu yang di tuai selama belajar, bahkan ahlak adalah salah satu unsur penting dalam ilmu Islam selain dari Aqidah dan Syariah, seseorang tidak bisa dikatakan telah beraqidah dan mengikuti syariat dengan benar tatkala tidak tercermin kedalam Ahlak sebagaimana yang telah  dicontohkan oleh Rasulullah SAW, bahkan para ulama menyebutkan bahwa Islam adalah agama adab (adab bagian dari ahlak) yang mengatur total tanpa celah setiap aktivitas sosial, artinya Islam mengajarkan adab-adab yang komperhensif dalam setiap sendi kehidupan, termasuk adab terhadap orang yang sedang mengalami kesulitan dan membutuhkan uluran tangan, bagaimana kita bersikap dan bertingkah laku kepadanya, saya menyampaikan pula bahwa daerah garut merupakan salah satu wilayah yang kental dan terkenal dengan adat kesopananya, antum punya kebiasaan yang acuh tak acuh saat melewati orang yang sedang duduk, tidak kenal dengan kata salam dan permisi siap-siap pelototin bahkan ekstrimnya di teriakin, jangan biarkan kita sebagai manusia yang Allah unggulkan atas mahluk lainya saat melewati kerumunan banyak orang, saat bertemu berjumpa muka dengan orang,tidak ubahnya seperti ayam atau anjing yang berlalu tanpa permisi, karena jika begitu maka antara kita dan hewan yang tidak diberikan akal tidak jauh bedanya.

Apel pagi selesai, sejurus kemudian angkot yang kami pesan datang, 2 angkot berwarna kuning jurusan banyuresmi-terminal, Alhamdulillah tim sebelumnya sudah berhasil melobi ongkos sewa menjadi Rp. 50.000 untuk sekali berangkat, ongkos yang cukup murah jika di banding dengan jarak tempuh yang  lumayan jauh sekitar 20 menit perjalanan dan normalnya dua kali naik angkot untuk sampai ke wilayah cimacan.

Mobil kami bergerak meninggalkan posko utama, saya tidak hafal betul nama-nama tempat yang di lewati dari posko utama daerah Banyuresmi hingga sampai wilayah Cimacan, yang saya tahu hanya daerah Banyuresmi, kemudian Tarogong dan Guntur yang berbatasan langsung dengan wilayah Cimacan, padahal saya sendiri katanya orang Garut, terlahir tulen dari daerah Garut, cuman bedanya kalo Istilah di kampung saya, Garutnya Garut nyingcet,, hehe.. sebuah kata yang unik khas sunda namun memiliki pemaknaan yang berbeda, jika di literasi kedalam bahasa Indonesia kurang lebih bermakna membelok atau bergeser, namun bukan bermakna bergeser  yang sebenarnya tapi bergeser dalam arti sebuah tempat yang berada di ujung terjauh dari tempat yang di maksud, itu artinya tempat kediaman saya berada jauh di ujung kabupaten Garut.

Sepanjang jalan terutama wilayah banyresmi nuansa  khas perkampungan masih terasa meskipun mulai tersentuh nuansa perkotaan dimana terlihat di beberapa titik sudah ada komplek-komplek perumahan, namun  masih terlihat asri dengan hamparan pematang sawah di kiri dan kanan jalan, berikut dengan tanaman palawija khususnya tembakau yang tumbuh menghijau diantara petakan tanaman padi, terkecuali wilayah guntur dan cimacan termasuk wilayah yang padat penduduk sepanjang jalan dipadati rumah-rumah dan pertokoan. 

Tiba di lokasi
Saya dan tim tiba di posko ke-2 bertempat di SMA PGRI, kemudian membagi kelompok kerja menjadi 2 tim, tim A fokus menyelesaikan pekerjaan di area SMA PGRI, tim B membersihkan lumpur di area rumah warga yang tidak terlalu jauh dari sungai, dan mengalami kerusakan yang cukup parah, tembok bagian belakang jebol, kaca-kaca pecah, tidak ada satupun perabotan  rumah yang dapat di selamatkan semua sudah bercampur dengan lumpur setinggi betis.

Tim A memindahkan barang2 di SMA PGRI

2 jam berlalu, tim A sudah menyelesaikan pekerjaan di area SMA PGRI kemudian bergerak ke wilayah RW 09 yang mengalami dampak kerusakan sama parah, di gang-gang jalanan yang semula di cor menggunakan semen kini berganti dengan lumpur tebal, di dalam rumah rumah mengalami nasib yang tidak jauh berbeda, satu rumah yang oleh tim A di keluarkan barang-barangnya bahkan sudah tidak mungkin bisa di bersihkan lagi karena menggunungnya lumpur yang berada di dalam, di tambah kontrusksi bangunan yang sudah miring karena di terjang derasnya air bah, yang sewaktu-waktu bisa roboh sehingga sangat tidak memungkinkan untuk di tempati lagi, pemiliknya bercerita yang kini tinggal sementara di camp pengungsian, saya sudah pasrah saja dengan kondisi sekarang, melihat keluarga pada selamat juga sudah Alhamdulillah tuturnya, saat kejadian beliau beserta keluarga berhasil menyelamatkan diri ke rumah tetangga yang memiliki rumah 2 lantai, dalam keadaan hampir tenggelam karena derasnya arus air beliau bersusah payah menyelamatkan anak dan istrinya,yang Alhamdulillah atas takdir Allah semuanya bisa selamat, nuansa trauma masih bersisa di wajahnya, sesekali terlihat melamun dengan pandangan kosong meskipun saat itu sedang dalam keadaan bercengkrama dengan saya dan tim lainya.
salah satu penampakan perabotan yang sudah hancur

Aktifitas tim relawan hari itu, lebih fokus kepada membersihkan lumpur-lumpur di rumah-rumah warga, mengangkat-barang-barang dari dalam rumah untuk di bersihkan menggunakan alat semprot air, kemudian membersihkan sampah-sampah yang menggunung bercampur dengan lumpur di beberapa  titik yang belum tersentuh oleh tim relawan lain. 

ubaidillah

Perkenalkan nama saya Acep Firmansyah. Saya senang menulis berbagai hal mengenai aktivitas pribadi, isu-isu terkini, dan berbagai hal lainya. Terimakasih sudah berkunjung . Semoga teman-teman bisa mengambil manfaat.

No comments:

Post a Comment