Pages

MUNGKIN INI PERJALANAN TERJAUH KITA...!!!

Bisa jadi perjalanan terjauh kita bukanlah keliling melintasi samudra terbang ke berbagai belahan dunia, pergi dari satu kota ke kota lainya hingga tiap sudut bumi tak ada yang luput di singgahi,  tapi perjalanan terjauh kita bisa jadi ada di sekitar kita, ia dekat dan tak mesti di hitung dengan jarak,.

Siapakah dia..?
Source Image : google.com
Tak perlu terburu-buru untuk mengetahuinya, yang pasti saat seseorang melakukanya dengan penuh kerelaan, maka sungguh itu kebahagiaan tertinggi melampaui (semu)'nya kebahagiaan karena materi, Ia begitu menikmati indahnya jamuan yang tak ternilai harganya, hatinya riuh penuh dengan hingar bingar kebahagiaan , tenang dan damai hatinya tatkala seruak masa membersamai langkahnya , ketenangan nampak terhampar dalam wajahnya, sejuk dan Indah nian tatkala di pandang.

Maka siapakah dia...? Dia adalah langkah kita untuk Shalat Berjamaah... Ya... Shalat Berjamaah. Itulah salah satu perjalanan terjauh kita, Saat ini kita dapati Mesjid kian megah namun tak sejalan dengan yang memakmurkanya, Mesjid kian indah namun tak nampak keindahan dari shaf-shaf shalat berjamaahnya. Barangkali kita mesti ngiri dengan mereka yang mampu khusyu di pagi hari saat Allah memanggil, Ia bersegera menyahutnya, Kita mesti ngiri dengan mereka yang mampu tenang di siang dan petang hari saat Allah memanggil, Ia segera menyambut panggilanya, kesibukan bukan penghalang untuk datang kepadaNYA, kebisingan di waktu siang tak mampu mengusik ketenanganya, Kita mesti ngiri dengan orang yang berlaku syahdu di waktu petang berganti malam tatkala mentari beranjak pergi dan takala mentari telah benar-benar pergi, Ia bersegera memenuhi panggilan tatkala perintah datang kepadanya. Sedang kita, sering dapati diri terlupa untuk segera menyambut panggilaNYA, begitu berat langkah seolah beribu ton bebatuan menarik kedua kaki, bahkan tak jarang kemalasan meliputi hingga sebagian dari kita ada yang mampu meninggalkanya, Naudzubillah.

Inilah perjalanan terjauh kita bagi yang masih berat menjalankanya, kita tahu Mesjid itu begitu dekat bahkan di sebagian rumah kita, tak ada penghalang selain dari hanya sebatas teras halaman, namun betapa banyak diantara kita tak hadir di dalamnya saat adzan usai  sampai berakhirnya Shalat berjamaah.

Inilah perjalanan terjauh kita, kesibukan urusan dunia  telah banyak melupakan sebagaian diantara kita untuk bersegera memenuhi panggilaNYA seolah harta lebih mahal dari Shalat berjamaah, padahal jikapun kita miliki seluruh bumi  menjadi harta kita, masih terlampau jauh dari keutamaan sekali Shalat sunnah qobliyyah subuh yang keutamaanya jauh lebih baik dari bumi serta isinya.

Hai....kalau begitu kenapa tidak kita bersegera untuk menyambut dan menyongsong kemenangan dalam menaklukan digjaya syaitan yang kekuatanya hanya berupa bisikan, kenapa tidak kita segera tunjukan bahwa kita laki-laki sejati yang tidak pernah meninggalkan kewajiban dengan menjaga jamaah dalam Shalat-Shalat kita.

Bukankah berjamaah lebih utama dari sendiri, bukankah di Mesjid ada beribu amal lain yang bisa diraih bersama dengan hadirnya diri di waktu Shalat, bukankah tiap langkah menuju mesjid berujung kemulian dan penghapus dari setiap dosa, bukankah Shalat Jamaah adalah tanda kekuatan dan kejayaan umat Islam, bukankah Shalat jamaah adalah pembeda dari ia yang memiliki sedikit kefasikan dan tidak, bukankah shalat jamaah adalah pembeda dari ia yang imanya yazid dan yanqus.

Bersegeralah karena ia adalah salah satu kunci kebangkitan Islam, Muhammad Alfatih telah mengajarkan kepada kita dimana Ia adalah sebaik-baiknya pemimpin dan pasukanya adalah sebaik-baiknya pasukan sehingga mampu merelasisasikan bisyarah Rasulullah menaklukan konstantinopel, dan menorehkan tinta kejayaan umat Islam, Ia adalah pemimpin yang tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah.

Dan kitapun dapati kisah kemenangan-kemenangan umat Islam dalam membebaskan jengkal-jengkal tanah yang di penuhi kedzoliman semua bermula karena kedekatan sang pasukan dengan Rabbnya, Shalat, Puasa, dan dzikir adalah sumber kekuatan  utama hingga pasukan musuh yang jauh lebih banyak porak poranda dengan kekuatan pasukan muslim yang jumlahnya jauh lebih sedikit.

Maka... jangan tunda, segera mulai dari sekarang dan saat ini, taklukan perjalanan terjauh itu, katakan bahwa saya tidak akan pernah meninggalkan shalat berjamaah sampai maut menjemput. Dan saya menjadi bagian dari kebangkitan Islam. InsyaAllah.

Acep Firmansyah (16/11/2016)

ubaidillah

Perkenalkan nama saya Acep Firmansyah. Saya senang menulis berbagai hal mengenai aktivitas pribadi, isu-isu terkini, dan berbagai hal lainya. Terimakasih sudah berkunjung . Semoga teman-teman bisa mengambil manfaat.

No comments:

Post a Comment