Pages

Saya pilih MU untuk JABAR.


"Saya pilih MU untuk JABAR".

Ya, begitu tulis kawanku di laman facebooknya... MU pikirku. MU mana... Mancester United, bukan... Mang Ujang Maksudnya, bukan... Mang Udin, bukan juga... Saha atuh, hati tambah bertanya-tanya tentang sosok MU, Naon hubungana jeung JABAR, aya naon kaitana jeung MU. Saya scrool tulisanya ke bawah...dan ternyata. "Oh dia maksudnya", kalo begitu saya sepakat MU komposisi yang pas dan mantap untuk JABAR.

Sekedar pengingat beberap bulan lagi Jawa Barat bakal hingar bingar ramai tur riweh ku pertarungan politik memperebutkan posisi Jabar kahiji alias jawatan Gubernur di Jawa Barat. Rame, dimana-mana membicarakan pasangan calon, yang katanya eskalasi pertarungan Pilkada Jabar akan sama serunya dengan Pilkada DKI jakarta, hanya mungkin jalan cerita saja yang berbeda. Terlihat manuver peta koalisi mulai pabeulit jeung pabelecet, meskipun tiap-tiap parpol sudah mendeklarasikan jawaranya, namun kemungkinan-kemungkinan itu masih akan terjadi. 

Kembali ke topik. Kenapa harus MU.. nah ini paling penting dari yang penting penting. Kawan saya mengistilahkan bahwa MU adalah sebuah singkatan yang maksudnya "Militer untuk huru M dan Ulama untuk huruf U". Yup.. Koalisi Latar belakang Militer dan Ulama adalah calon pemimpin yang mantap, pas, dan cocok untuk Jabar. Kenapa Militer dan Ulama..? Pertama sejarah berdirinya negara ini tidak bisa di lepaskan dari kedunya. Militer sejak zaman BKR (Badan Keamanan Rakyat) sebelum kemerdekaan dan ulama dengan laskar Hizbullah adalah garda terdepan dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan negri ini, ratusan ribu tentara, ulama beserta santrinya telah syahid memperjuangkan kemerdekaan Tanah Air sampai titik darah penghabisan. Dari 2 golongan ini jangan diragukan bagaimana kecintaanya terhadap negri, bedanya bagai langit dan bumi dengan mereka yang mengaku paling nasionalis namun bermental pengemis. Kedua JABAR adalah salah satu simpul nasional sepertihalnya DKI, pegang 2 kepala ini, badan dan ekor ngikut kemana saja sesuai dengan yang di kehendaki, inilah yang dilihat para cukong dan para komprador untuk mempertajam cengkraman menjajah negri. Jadi pemimpin berkarakter kuat yang tidak bisa di beli adalah mutlak wajib dan kudu dimiliki oleh rakyat Jabar dan itu ada pada diri sang Militer. Ketiga, Jawa Barat adalah salah satu daerah yang religius, nilai-nilai agama adalah keniscayaan, gak kebayang bukan kalo pemimpinya antipati terhadap agama, apalagi terindikasi telah memusuhi para ulama sebagai simbol utama dari agama, ah..gak kebayang nanti kalo jadi, bisa tambah sekuler nih negri, cap radikal, tidak toleran, dan sebutan ngawur bin ngelantur lainya bisa saja dengan mudah melabeli setiap orang yang menampakan identitas keagamaanya. Maka pemimpin Ulama adalah penting, Ia faham bagaimana menempatkan cinta terhadap agama, cinta terhadap negara, cinta terhadap sesama tanpa memandang ras dan agama. 

ASYIK bukan kalo nanti punya pemimpin MU. Ya ASYIK = Ajat-Syaikhu, catat namanya, ingat-ingat wajahnya.. InsyaAllah berkah untuk JAWA BARAT.


Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar

ubaidillah

Perkenalkan nama saya Acep Firmansyah. Saya senang menulis berbagai hal mengenai aktivitas pribadi, isu-isu terkini, dan berbagai hal lainya. Terimakasih sudah berkunjung . Semoga teman-teman bisa mengambil manfaat.

No comments:

Post a Comment