Pages

#2019GantiPresiden


"Jokowi cukup sampai 2019", begitu Prof. Rizal Ramli mengatakan saat mengomentari keadaan perekonomian Indonesia yang kian merosot, (seperti merosotnya celana pak anu keinjak teman saat lomba panjat pinang)  "rakyat makin susah karena kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap masyarakat menengah kebawah", timpalnya melengkapi.

Dimana beliau juga (Prof. RR) salah seorang tokoh yang menginisiasi gerakan #2019GantiPresiden, sebagai sebuah gerakan yang menginginkan perubahan yang lebih baik untuk Indonesia di mulai dengan memilih pemimpin baru yang punya kapasitas sebagai seorang pemimpin. Negara sebesar dan seluas Indonesia tentu perlu pemipin yang kuat dan berkarakter, tidak hanya pemimpin yang pandai *ngangon domba dan momotoran.

Gerakan #2019GantiPresiden adalah gerakan yang sah secara konstitusi, pihak manapun tidak bisa mempermasalahkan apalagi membungkam gerakan ini, meskipun nuansa panas dari penguasa makin terasa, (gegremean jiga cacing kepanasan), sampai-sampai bapak Presiden sendiri ikut mengomentari bahwa "ganti presiden itu takdir tuhan bukan di tentukan oleh kaos", kurang lebih begitu pernyataanya, saya sendiri senyum saja sembari nahan tawa, wong kaos itu ada yang pakai, bukan *bebegig sawah*, ya... yang pakainya itulah yang berniat mengganti presiden.

Nada serupa di ungkapkan oleh salah satu mentri beliau (saya tidak mau menyebutkan namanya, kode etik kalo kata orang) bahwa gerakan #2019GantiPresiden bisa di katakan gerakan pemberontak. Lah, apanya yang diberontak, wong 2019 benar-benar akan ganti presiden. Soal yang jadi presiden pak jokowi lagi atau yang lain, ya itu urusan nanti 

Gerakan #2019GantiPresiden adalah gerakan murni dari rakyat yang menginginkan perubahan, tidak benar jika dikatakan bahwa gerakan ini di tunggai oleh kepentingan politik golongan tertentu, kalaupun ada yang ikut tumpang nama, ya wajar saja, tumbuhan benalu saja suka ikut numpang apalagi orang, namun tentu sejatinya tidak mengurangi esensy bahwa gerakan ini murni berangkat dari harapan rakyat yang menginginkan perubahan.

Tidak hendak menafikan kepemimpinan Presiden yang sekarang namun tentu jika ada yang lebih baik kenapa tidak. Selama 4 tahun ini kita bisa tahu kualitas kepempinan beliau, carut marut dan gaduh disana sini lebih kentara dari pada prestasinya, tidak baik jika menyebutkan secara rinci bagaimana sepak terjang kepemimpinanya, namun fakta berbicara, kita bisa membaca lebih detail dari berbagai media yang ada, atau dari hal yang kita rasakan sendiri sejauh ini.

Pro dan kontra pasti selalu ada. Gerakan #2019GantiPresiden juga mengalami perlawanan serupa dari kubu yang tetap menginginkan jokowi 2 periode. Tagar #2019TetapJokowi berseliweran, meskipun dalam hitung-hitungan bahasa tidak nyambung, jika lawan mengusung tagar #2019GantiPresiden harusnya di balas dengan #2019TetapPresiden, (ketahuan kan kubu sebelah haus kekuasaan 

Lain dengan Gerakan. #2019GantiPresiden yang benar-benar berdasarkan hati nurani tanpa berharap nasi bungkus apalagi sembako presiden yang menghabiskan dana triliunan, kubu sebelah penuh intrik dan tipu daya, terakhir tragedi di car free day jakarta ketahuan bahwa intmidasi yang dilakukan orang yang berkaos #2019GantiPresiden kepada sekelompok orang termasuk ibu-ibu yang kini sedang viral, menggunakan kaos #DiaSibukKerja, nyatanya hasil rekayasaya dan settingan belaka.

Selintas bisa kita bedakan bagaimama kualitas diantara 2 kubu, saya sendiri menyebutnya kubu putih untuk #2019GantiPresiden dan kubu abu-abu untuk #2019TetapJokowi. (Kalo bilang hitam takut tersungging). Yang paling nampak adalah dari kaos yang biasa di kenakan, kubu putih menggunakan kaos yang berkualitas bahan dan model yang bagus juga beragam, tentu saja harganya mahal, saya sendiri membeli dengan harga 70 ribu/pcs, itu termasuk yang murah, dan itu keluar dari kantong sendiri, tidak ada yang ngasih sukarela, (Rugi bandar kalo ada yang mau hahadeanan ngasih gratisan )

Beda cerita dengan kubu abu-abu, di acara Car Free Day tersebut yang di gadang-gadang sebagai acara tandingan dengan menggunakan kaos serupa tapi tagline berbeda tentunya, nampak jomplang kaosnya kegedean ada juga kekecilan, (persis beneran siga bebegig) , modelnya dan bahanya sama murah pula, kan ketahuan pisan dikasihnya.

Berlanjut... upami sempet..

Intinya, kalo saya sih yes, ganti maksudnya. #2019GantiPresiden tepatnya. 
Dan di mulai dari ASYIIK Dulu untuk jabar.

#2019GantiPresiden

ubaidillah

Perkenalkan nama saya Acep Firmansyah. Saya senang menulis berbagai hal mengenai aktivitas pribadi, isu-isu terkini, dan berbagai hal lainya. Terimakasih sudah berkunjung . Semoga teman-teman bisa mengambil manfaat.

No comments:

Post a Comment