Pages

Setitik Tauhid

Kolam Ikan Mesjid Shalahuddin NF

Tak kuasa menolak jika anakku mulai berkata "abi ayo main". 
Naluri seorang ayah pasti segera bergegas mengiyakanya. 

"Mau main kemana nak" tanyaku.
"Main ke kolam lihat ikan" sahutnya.

Kakipun bergegas melangkah ke tempat yang diminta.

Anakku memang usianya baru saja menginjak usia 2,5 Tahun, namun Alhamdullilah pertumbuhanya melebihi dari ana-anak seusianya.

Sudah mulai mengerti tentang banyak hal, pandai bercerita tentang aktivitas keseharianya, bahkan protes jika ada hal yang dia anggap keliru, "itu namanya Gajah bukan Jerapah" contoh kata yang Ia ucapkan saat membetulkan, sering pula berkata "Abi jangan ketawa-ketawa" kala saya tertawa melihat kelucuan dari tingkahnya, dan masih banyak hal lainya.

Sejurus kemudian anaku bertanya :
"Abi Ikanya banyak ya?"
"Iya banyak nak" jawabku
"Ikan warna putih kok gak ada bi?" anaku kembali bertanya
"Ikan putih disini gak ada, adanya warna hitam dan merah" timpalku menjawab.

Seketika aku teringat kebiasaan yang sering di ajarkan Umminya dirumah sesaat sebelum tidur. Istriku sudah mulai mengajarkan tentang Tauhid  kepadanya, dimulai dengan bercerita bahwa semua mahluk dimuka bumi adalah ciptaan Allah, manusia, hewan, tumbuhan dan lainya adalah ciptaaNya .

"Sayang boleh Abi tanya sesuatu" 
"Boleh" jawabnya.
"Kalau Ikan ciptaan siapa?" Tanyaku.
"Allah" Jawabnya.
"Kalau Ghinan (nama anakku) ciptaan siapa?"
"Ciptaan Allah" sahutnya kembali menjawab.

Alhamdulillah, dalam hari berucap. Meskipun anaku masih belum faham betul Allah itu siapa, hanya mengatakan sesuai dengan yang biasa uminya katakan, namun tentunya hal tersebut adalah bagian dari langkah awal untuk mengenalkan sedari dini kepada siapa Tuhan yang telah menciptakaanya. Dialah Allah.

Dimulai Sejak Dini 

Memberikan pendidikan Tauhid sedari dini kepada anak adalah hal penting yang mesti menjadi perhatian kita sebagai orangtua.

Memberikan pelajaran tentang Allah akan menjadikan anak merasa terikat dengan sesuatu yang sangat penting dan berharga dalam hidupnya, sesuatu yang menjadikan dia hidup di dunia kemudian diurus setiap rezeki dan kebutuhanya.

Kita bisa melakukan berbagai metode untuk mengenalkan Allah dalam kehidupan mereka dan bagaimana Allah punya peran penting dalam kehidupanya, sehingga tauhidullah bisa mengakar kuat dalam hati sanubarinya, merasakan dengan benar bahwa Allah hadir menyaksikan dalam setiap aktivitas kehidupanya.

Masa kanak-kanak adalah satu waktu terbaik mengenalkan Allah kepada mereka. Banyak para pakar mengatakan bahwa pembentukan karakteristik seseorang di mulai/dihasilkan ketika seserang berada pada masa golden age, pada masa tersebut segala sesuatu akan direkam dengan baik kemudian akan terbentuk dalam sebuah watak/karakteristik.

Karakteristik yang dibangun berdasarkan ketauhidan tentu akan banyak memberikan dampak positif terhadap kehidupan sang anak dimasa kemudian. Karakter tersebut akan jauh melekat kuat ketimbang saat kita mengenalkan tauhid kala anak-anak sudah beranjak dewasa.

Pada masa-masa berikutnya pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan siapa Allah tentu akan lebih banyak ditanyakan oleh anak-anak kita. Seiring dengan kematangan berfikirnya maka itu adalah moment-moment terbaik kita memberikan pemahaman tauhid lebih dalam dan bagaimana peran serta (Allah)  dalam kehidupanya.

Bersambung...

25/5/2018

ubaidillah

Perkenalkan nama saya Acep Firmansyah. Saya senang menulis berbagai hal mengenai aktivitas pribadi, isu-isu terkini, dan berbagai hal lainya. Terimakasih sudah berkunjung . Semoga teman-teman bisa mengambil manfaat.

No comments:

Post a Comment