Pages

URUS HEULA NEGRI SORANGAN

Urus heula negri sorangan, ke heula anan ngurus negri deungeun”, dalam bahasa Indonesia bermakna, “Urus dulu negri sendiri sebelum mengurus negri orang lain”. Begitulah ungkapan yang sering kita dengar dari sebagian saudara kita kalangan tertentu (awam), manakala mengomentari perjuangan yang dilakukan oleh saudara kita yang lain dalam membantu negri Palestina yang kini berada dibawah cengkraman penjajah zionist Israel.

Sebuah ungkapan yang kita perlu luruskan bersama dan perlu kita fahamkan kepada mereka, bahwa isu Palestina tidak hanya sekedar isu/konflik biasa, dimana kita masih punya pilihan antara ikut berkontribusi atau tidak.

Namun konflik yang terjadi di Palestina adalah isu sentral yang tidak hanya harus menjadi perhatian bagi umat Islam tetapi juga seluruh negara di dunia yang menjunjung tinggi kemerdekaan.

Ada banyak hal yang mengaruskan kita untuk ikut berkontribusi positif dalam membantu rakyat Palestina meraih kemerdekaanya yang kini genap berusia 70 tahun lamanya negri yang di berkahi tersebut di jajah.

RASA KEMANUSIAAN 
Konflik yang terjadi di Palestina tidak hanya berkaitan dengan permasalahan agama tetapi juga disana telah terjadi tragedi kemanusiaan, jutaan rakyat palestina terusir dari tanah yang menjadi miliknya, puluhan ribu nyawa melayang ditangan penjajah durjana, pemblokadean yang telah berlangsung selama belasan tahun sehingga menyulitkan ekonomi rakyat Palestina.

Atas rasa kemanusiaan maka “Anda tidak perlu jadi muslim untuk membela Palestina, cukuplah menjadi manusia”. Begitulah ungkapan Presiden Erdogan. Dan seperti itulah keharusan kita dalam menyikapi konflik yang terjadi di Palestina.

KITA BERHUTANG BUDI
"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan." Itulah petikan dalam pembukaan UUD 1945, dimana hal tersebut menjadi asas negara Indonesia sebagai legitimasi bahwa bangsa Indonesia mengutuk keras setiap penjajahan atas negara-negara di dunia. Dan hal tersebut menjadi acuan kita sebagai rakyat Indonesia, bahwa kita mengutuk pula bentuk penjajahan yang kini menimpa negri Palestina.

Lebih jauh dari itu bahwa Indonesia punya hutang budi terhadap Palestina. Palestina adalah entitas yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Mufti Palestina saat itu, Syaikh Al-Husaini, mengucapkan selamat atas kemerdekaan negara Indonesia lewat radio di Berlin selama 6 hari berturut-turut.

Sebuah hutang yang wajib kita bayar sebagai bentuk tanggungjawab sebuah negara yang beradab, dimana saat ini rakyat Palestina mengalami kondisi terbalik, terjajah dan terhapus hak-hak atas negrinya.

IKATAN AQIDAH
Persaudaraan seorang muslim tidak dibatasi hanya karena batas teritorial sebuah negara, dibelahan bumi manapun seorang muslim berada maka ia tetap bersaudara, dimana memiliki hak dan kewajiban yang harus di tunaikan.

Rasulullah bersabda :
Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.[HR. Muslim]

Jika kita melihat kondisi saudara kita di Palestina saat ini, maka keharusan kita merasakan sakit yang sama sebagaimana rasa sakit yang kini diderita oleh saudara kita disana. Kemudian langkah berikutnya adalah kita memberikan uluran tangan kepada mereka.

Lebih jauh dari itu, disana ada sejarah umat Islam yang tidak mungkin bisa di hapuskan dari panggung sejarah, karena penghapusan negri Palestina dari umat Islam sama saja mengubur bagian tubuh umat Islam itu sendiri.

Ini Perkara Aqidah. 

Disanalah Masjidil Aqsa berada, sebagai kiblat pertama Umat Islam, sebagai tempat Isranya Rasulullah Shalalahu Alaihi Wassalam, sebagai satu dari tiga mesjid yang memiliki keutamaan (dilipatkandakan pahala) ketika melaksanakan Ibadah shalat didalamnya, yaitu setelah mesjid Al-harram dan Masjid Nabawi. Sehingga para ulama bersepakat bahwa kaum muslimin dianjurkan untuk menziarahi Masjid tersebut.

Disanalah tanah yang diberkahi sebagaimana yang termaktub dalam QS Al-Isra ayat pertama, sehingga eksistensinya menjadi poros keberkahan umat Islam. Sejarah telah memberikan gambaran bahwa masa gemilang dan redupnya umat Islam dalam membangun peradaban tidak lepas dari sejauhmana umat Islam mampu menjaga Baitul Maqdis dari musuh-musuh Islam.

Disanalah tanah yang dijanjikan, sebagai arus kemenangan dalam perjuangan umat Islam. Rasulullah menggambarkan bahwa ditempat tersebut ada sekelompok orang yang senantiasa memegang teguh kebenaran.

Dan banyak alasan lainya jika kita hendak menggali tentang bagaimana keutamaan negri Palestina bagi Umat Islam.


UNGKAPAN YANG KELIRU
Pada akhirnya kita bisa simpulkan bawa ungkapan “Urus dulu negri sendiri sebelum mengurus negri orang lain” adalah ungkapan yang sangat keliru, bertentangan dengan rasa kemanusiaan juga menabrak perkara aqidah.

ISU TERKINI
Keberadaan yahudi di Palestina tidak bisa dilepaskan dengan misi besar mereka membangun kembali Temple of Solomon (kuil kerajaan nabi Sulaiman) sebagai langkah membentuk eksitensi mereka dalam menguasai dunia, kemudian mendirikan kerajaan Dajjal (New World Order).

Mereka meyakini bahwa kuil tersebut tepat dibawah mesjid Al-Aqsa, sehingga upaya-upaya penghancuran yang di mulai dengan menggali terowongan yang berada tepat dibawah mesjid Al-Aqsa terus di lakukan, mereka tinggal menunggu waktu untuk merobohkanya.

Terakhir upaya Zionist Yahudi yang di back up oleh Amerika untuk mencaplok wilayah Al-Quds/Yerusalem secara total terus dilakukan salah satunya adalah rencana pemindahan Ibu kota Israel yang semula berada di Tel Aviv ke wilayah Al-Quds, hal tersebut di realisasikan dengan pengumuman Presiden Donald Trump bahwa pada tanggal 14 Mei nanti adalah batas akhir terkait kepindahan Duta Besar Amerika ke wilayah Al-Quds, dimana hal tersebut sebagai pertanda bahwa wilayah Al-Quds resmi menjadi Ibukota Israel.

Langkah berikutnya keberadaan mesjid Al-Aqsa yang berdiri diatas wilayah Al-Quds akan dihilangkan secara total dari kepemilikan umat Islam. Dan ini menjadi mimpi buruk bagi umat Islam karena satu langkah lebih cepat kehilangan Mesjid Al-Aqsa.

Relakah kita???

Jika tidak, kami mengundang rekan-rekan semua untuk hadir dalam aksi AKSI INDONESIA BEBASKAN BAITUL MAQDISBertempat di Monas Jakarta Pada tanggal 11 Mei 2018.

Afsy - Lembang, 9/5/2018



ubaidillah

Perkenalkan nama saya Acep Firmansyah. Saya senang menulis berbagai hal mengenai aktivitas pribadi, isu-isu terkini, dan berbagai hal lainya. Terimakasih sudah berkunjung . Semoga teman-teman bisa mengambil manfaat.

No comments:

Post a Comment