Pages

Istiqomah… !

Apa yang kita pikirkan ketika mendengar kata Istiqomah?

Setiap orang tentunya punya cerita yang berbeda kala menjalani suatu hal yang menuntut mereka untuk berlaku istiqomah.

Entah urusan pekerjaan, urusan ibadah, ataupun hal-hal lainya yang berkaitan dengan nilai-nilai positif yang hendak di bangun.

Adalah satu hal dimana bagi kebanyakan kita begitu sulit untuk merealisasikanya, mudah diucapkan namut sulit dijalankan.

Dalam pandangan Islam, Istiqomah memiliki tempat yang spesial sehingga dalam beberapa dalil baik Al-Quran ataupun hadits para pelakunya mendapatkan keutamaan yang luar biasa.

Satu diantaranya, Istiqomah adalah salah satu amalan yang paling dicintai Allah.
Berbuatlah sesuatu yang tepat dan benarlah kalian, dan amal yang paling dicintai Allah adalah amalan yang terus menerus meskipun sedikit” (HR. Bukhari)


Dalam hal-hal yang bersifat duniawi, Istiqomah juga punya peran penting untuk tercapainya sebuah kesuksesan, dimana salah satu syarat agar seseorang bisa sukses adalah punya komitmen untuk bisa konsisten (Istiqomah), konsisten menekuni suatu hal yang dikerjakan sampai kemudian bisa membuahkan hasil.

Thomas Alfa Edison sang penemu lampu pijar, dikisahkan bahwa ia telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk melakukan percobaan, dengan kegagalan sebanyak 9.998 kali selama masa percobaanya, baru kemudian pada percobaan ke 9.999 projek membuat lampu tersebut baru bisa sukses menyala dengan sempurna.
  
Di kisah lain Bill Gates yang kita kenal sebagai salah seorang terkaya di dunia berkat penemuan produknya dalam bidang IT bernama microsoft, perjalanan kesuksesan dia diawal karirnya ternyata menemui banyak jalan buntu dan kegagalan, beberapa produk yang ia ciptakan gagal total dipasaran, namun ia tetap bangkit konsisten membuat produk baru yang akhirnya bisa menciptakan miscrosoft yang kini menjadi kebutuhan penting bagi manusia di seluruh dunia.

Dua kisah diatas pertanda bahwa Istiqomah adalah salah satu kunci penting untuk seseorang bisa meraih kesuksesan. Andai Thomas Alfa Edison dia menyerah selama masa percobaan yang begitu sangat banyak dan melelahkan, tentu tidak akan ada sebuah tekhnologi bernama lampu pijar yang bisa kita nikmati sampai saat ini dan punya peran sangat pentin dalam kehidupan.
Andai Bill Gates tidak konsisten dalam menemukan produk tekhnologinya, Ia putus asa karena produk yang diciptakan tidak mendapatkan respon positif di masyarakat, tentu kita saat ini tidak bisa menikmati kemudahan dalam bekerja dengan hadirkanya microsoft dalam perangkat komputer atau gadget kita.


Mulai Belajar
Sebuah kebiasaan akan lahir dari pembiasaan. Felix Siaw menjelaskan dalam bukunya “How To Master Your Habits”, bahwa habits (kebiasaan) itu bermula dari pembiasaan, suka atau tidak suka, ketika suatu hal kita lakukan secara terus menerus maka akan menjadi sebuah kebiasaan.

Kebiasaan itulah bisa kita namai sebagai istiqomah atau dalam bahasa Indonesinya bermakna konsisten, konsisten melakukan suatu hal secara terus menerus.

Seseorang yang sudah konsisten terhadap sesuatu, akan merasa kehilangan atau merasa ada sesuatu yang hilang jika terlewat melakukanya, sepertihalnya seseorang yang sudah konsisten dalam melaksanakan Shalat, maka jika suatu saat terlewat karena lupa, maka akan merasakan ada sesuatu yang kurang, sehingga pada akhirnya otak akan diajak berfikir tentang apa yang hilang tersebut dan kemudian menjadi alarm untuk tidak melewatkanya.

Segudang kebaikan-kebaikan dari prilaku istiqomah tentu menarik bagi kita untuk mulai belajar tentang istiqomah, belajar konsisten dalam melakukan suatu hal yang positif dalam kehidupan kita, kita bisa memulai dari hal-hal kecil baru kemudian bergerak kepada sesuatu yang kita anggap besar dan berat.

Perlu perjuangan dan kesabaran serta tekad yang kuat agar kita bisa konsisten dalam melakukan suatu hal, diawal perjalanan tentu akan terasa berat namun seiring berjalanya waktu kita akan merasakan kemudahan-kemudahan karena sudah menjadi kebiasaan. Kebaikan-kebaikan akan hadir sebab kita mengundang kebaikan itu, maka langkah-langkah positif yang di bangun kemudian kita konsisten menjalankanya akan mendatangkan kebaikan-kebaikan yang lain.

Bahkan ketidakonsistenan kita terhadap sesuatu tidak jarang juga merepotkan kita meskiupun hal tersebut adalah sesuatu yang kecil, semisal belum bisa menyimpan kunci pada tempatnya, tidak jarang kita menjadi terlambat masuk ke kantor atau terlambat melakukan suatu hal di sebabkan karena kita lupa manaruhnya dimana, dan banyak hal-hal kecil lainya yang perlu kita belajar untuk memperbaikinya, sehingga kekonsistenan kita terhadap sesuatu meskipun terlihat kecil dan sepele namun ternyata memberikan dampak positif yang luar biasa.

Apalagi sesuatu yang besar semisal dalam urusan pekerjaan atau dalam urusan Ibadah yang bersifat vertikal, tentu kekonsistenan kita dalam melakukan hal tersebut memiliki nilai yang jauh lebih hebat, berikut juga sebagai tanda akan kualitas diri.

Lembang, 11 Juli 2018


ubaidillah

Perkenalkan nama saya Acep Firmansyah. Saya senang menulis berbagai hal mengenai aktivitas pribadi, isu-isu terkini, dan berbagai hal lainya. Terimakasih sudah berkunjung . Semoga teman-teman bisa mengambil manfaat.

No comments:

Post a Comment