Pages

Kenapa Mondok..?

Mesjid Nurul Fikri Lembang
Tidak sedikit orang yang masih memandang sebelah mata tentang pentingnya memilih lembaga pendidikan berbasis pondok pesantren. Beranggapan bahwa mondok (belajar di pondok pesantren) adalah prilaku kolot yang sudah ketinggalan zaman, tidak terjamin masa depan sebab tidak ada pekerjaan yang pasti dari lulusanya, hanya menjadi guru ngaji atau undangan ceramah yang tidak jelas penghasilanya.

Lebih jauh dari itu, banyak masyarakat kita masih berfikir seolah-olah hanya orang-orang tertentu saja yang wajib faham tentang agama, urusan agama cukuplah urusan ustadz/kiyai dalam mempelajari, mengkaji juga mendakwahkanya. Seorang kiyai/ustadz dia yang bertugas mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat, sedangkan dokter, arsitek, petani, astronom, pilot, politisi, dll. dia hanya bertugas sesuai dengan bidang kerja yang Ia geluti saja. Benarkah begitu.?

Tentu tidak, sebab urusan ilmu agama baik dalam mempelajari, mengamalkan ataupun menyampaikan kepada orang lain adalah sifatnya wajib, siapapun dia, jadi apapun dia, maka punya tanggungjawab untuk belajar, mengamalkan dan menyebarkan kepada orang lain dengan jalan profesi apapun yang di geluti.

Tugas dakwah tidak hanya milik sang ustadz/kiyai, tapi tugas semua orang yang menyatakan dirinya beragama Islam. Seorang dokter punya tanggungjawab mengingatkan pasienya untuk senantiasa sabar dan tabah dari ujian sakit, kemudian meminta pertolongan kepada Allah untuk kesembuhanya, kemudian dokter juga punya tanggungjawab mengingatkan pasien untuk tetap taat beribadah sesuai dengan kemampuan jika didapati pasienya lalai dalam beribadah, kemudian mengajarkanya jika mereka belum faham tentang praktiknya. Seorang pilot punya tanggungjawab mengajak penumpangnya untuk mentadaburi kebesaran Allah lewat ciptaanya, langit yang membentang tanpa tiang, awan-awan yang beriringan, hujan dan petir yang sering terindra selama perjalanan, semua mengajarkan bahwa tidak ada yang kebetulan, ada sang pencipta yang mengaturnya.

Intinya siapapun dan apapun profesinya, maka punya tanggungjawab yang sama untuk menyebarkan risalah Islam kepada orang lain.

Mondok Penting
Memilih pendidikan berbasis pesantren sejatinya perkara penting yang harus jadi perhatian kita, sebagai langkah menyiapkan bekal bagi generasi anak-cucu kita dalam menjalankan tugas dan fungsi kehidupannya sebagai manusia, dimana mereka punya kewajiban tidak hanya bekerja memenuhi penghidupan dunia tetapi juga berdakwah untuk kemaslahatan dunia dan akhiratnya.

Anak-anak kita adalah aset bagi keberlangsungan sebuah negara, jika mereka awam terhadap nilai-nilai agama sebagai sumber hukum dalam kehidupan maka barangpasti kehancuran sebuah negara ada di depan mata, sebab hilangnya nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menyebabkan kehancuran moral bagi penduduknya, dimana moral adalah salah satu tiang penyangga bagi kokohnya sebuah negara.

Memasukan anak ke lembaga pendidikan berbasis pesantren adalah bentuk investasi, baik untuk dunia ataupun diakhirat, investasi dunia berupa ketenangan dan ketentraman sebab anak-anak kita akan mendapatkan ilmu-ilmu yang bisa mengendalikan mereka dari jurang kehancuran, juga investasi akhirat sebagai tabungan amal shaleh kita.

Seseorang yang mondok tentu tidak harus jadi kiyai/ustadz, sebab tugas dan fungsi seorang kiyai/ustadz sejatinya sudah melekat dalam setiap fitrah manusia bahwa setiap orang siapapun dia maka punya kewajiban sebagaimana kewajiban kiyai dan ustadz yaitu menyebarkan kalam-kalam illahi kepada manusia.

Tempat Terbaik
Zaman sekarang dimana arus globalisasi tidak terbendung lagi, budaya-budaya barat yang sebagian besar bertentangan dengani fitrah dan aturan agama, hal tersebut sudah menjadi konsumsi sehari-hari generasi bangsa ini, setiap hari melalui propaganda media, anak-anak kita dicekoki pemikiran dan hal-hal yang merusak dimana pada akhirnya bermuara pada kehancuran moral generasi bangsa.

Bagi kita sebagai bangsa ketimuran yang memegang teguh prinsip keagaaman tentu sangat menghawatirkan tentang nasib generasi kedepan, kita bisa saksikan bagaimana pergaulan bebas kian meraja rela di kalangan para pelajar kita, prilaku yang kian amoral menjadi pemandangan yang biasa terjadi.

Maka salah satu jalan terbaik untuk membendung hal tersebut adalah memasukan anak-anak kita ke pondok pesantren.

Di pondok mereka dibiasakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif  yang selaras dengan nilai-nilai keislaman, dimana besar harapan selepas lulus karakter tersebut tetap melekat kuat dalam dirinya sehingga menjadi benteng dari goncangan pengaruh buruk yang mereka temukan di dunia luar.

Peraturan-peraturan yang dibuat mengarahkan mereka agar fokus terhadap proses belajar, aturan terkait penggunaan alat elektronik khususnya Gadget biasanya diatur dengan ketat bahkan tidak diperbolehkan, kemudian aturan tentang interaksi dengan lawan jenis, aturan terkait model-model hiburan yang boleh di konsumsi dan lain sebagainya. sehingga peluang-peluang yang menjadikan mereka tidak bisa fokus selama proses belajar yang sebagian besar dari pintu-pintu diatas dapat diminimalisir bahkan dihindari.


Lembang, 2/8/2018

ubaidillah

Perkenalkan nama saya Acep Firmansyah. Saya senang menulis berbagai hal mengenai aktivitas pribadi, isu-isu terkini, dan berbagai hal lainya. Terimakasih sudah berkunjung . Semoga teman-teman bisa mengambil manfaat.

No comments:

Post a Comment