Pages

Kadang Ia Hilang dalam Rasa



Bagi seorang Muslim, aktivitas sehari-hari dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali, semuanya bisa bernilai ibadah. 

Seorang guru yang berangkat pagi pulang petang untuk mengajarkan ilmu kepada murid-muridnya.
Seorang petani dengan keringat peluh membasahi seluruh tubuh, sebab lelahnya bekerja.
Seorang pengusaha dengan kesibukan mengurusi bidang-bidang usaha dan para karyawanya. 
Seorang dokter dimana sehari penuh ia sibuk mengobati pasienya.

Dan beribu profesi lainya, semuanya memiliki nilai Ibadah dengan syarat Ia memiliki kunci pembukanya. Dialah Niat. 

Rasulullah bersabda :
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya"

Kadang kita melewatkan peluang-peluang amal shaleh hadir menjadi tabungan akhirat kita, sebab niat lurus karena Allah  tak kunjung hadir membersamai langkah.

Berangkat bekerja di pagi hari, dan mempersiapkan segala keperluan, mandi pagi, menyiapkan berkas, mengemasi barang-barang, sampai memanaskan kendaraan sebelum beranjak dari rumah menuju tempat bekerja. Ia berlalu begitu saja sebagai sebuah rutinitas biasa. Adalah rugi jika niat Ibadah tidak kita hadirkan bersamaan dengan langkah-langkah tersebut. 

Padahal multilevel pahala hadir tanpa batas bersamaan dengan amal shaleh yang sedang kita lakukan, yang kadang pandangan kita mungkin melihatnya sebagai sesuatu yang kecil namun jika kita tafakuri setiap amal yang kita lakukan ternyata memiliki rantai pahala yang panjang.

Sebutlah seorang dokter, sehari penuh Ia mengobati para pasien  yang datang untuk berobat kemudian lewat pelantaranya sang pasien bisa sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasa. Maka rantai peluang pahala begitu banyak yang akan di dapatkan oleh sang dokter. Sang pasien yang semula sakit sehingga tidak bisa beraktivitas, setelah diobati kemudian atas izin Allah bisa sembuh dan melakukan kegiatan normal seperti biasa, kembali bekerja untuk menghidupi keluarga, bisa beribadah dengan nyaman, dan melakukan kegiatan-kegiatan lainya. Maka kebaikan dan amal shaleh yang dilakukan sang pasien, pahalanya akan mengalir pula kepada dokter yang pernah menjadi pelantara untuk menyembuhkanya.

Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita untuk terus bisa memperbaiki dan memperbaharui niat, agar setiap aktivitas dalam keseharian kita bernilai pahala.


Lembang, 18/11/2018

ubaidillah

Perkenalkan nama saya Acep Firmansyah. Saya senang menulis berbagai hal mengenai aktivitas pribadi, isu-isu terkini, dan berbagai hal lainya. Terimakasih sudah berkunjung . Semoga teman-teman bisa mengambil manfaat.

No comments:

Post a Comment