Pages

KARENA SEMUA ADALAH KEBAIKAN


Kadang pandangan kita terlalu sempit untuk melihat banyak kebaikan dari peluhnya ujian yang sedang di hadapi, seolah setiap masalah yang datang adalah keburukan, hingga tak jarang kala ujian datang kita lebih banyak merasa sesak dada ketimbang terucap syukur kelapangan.

Kitapun di ingatkan dengan firman Allah Ta'ala :

“Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”  (QS. Al-Baqarah [2] : 216)

Allah sang pemilik hidup dan kehidupan, Dialah yang lebih tahu apa yang terbaik untuk hambanya. Boleh jadi kebaikan yang Allah berikan berupa hal yang menyesakan dada. 

Suatu kali kita di uji dengan kehilangan jabatan dan kedudukan, pandangan mata tentu suatu hal yang menyakitkan, namun bisa jadi itu adalah kebaikan. Boleh jadi jabatan yang kita miliki membuat kita lalai dan jauh dari Allah, sehingga Allah ambil agar kita kembali kepada ketaatan.

Suatu kali kita diuji dengan kehilangan materi, itupun adalah kebaikan, bisa jadi materi yang kita miliki menjadikan kita sombong dan takabur, sehingga Allah ambil agar kelak selamat dari penghisaban. 

Suatu kali kita di uji dengan kehilangan orang-orang yang dicintai, terurai airmata karena rasa pahit atas kepergianya, namun nyatanya itupun adalah kebaiakan. Kita mencintai orang tersebut namun Allah lebih mencintainya. Jika dia orang shaleh maka akan lebih cepat menikmati jerih payah kesolehanya dan lebih sedikit ia berbuat salah, sehingga  Ia terjamin dalam rahmat Allah, dan jika dia berpotensi jadi orang buruk maka pendeknya umur menjadikan Ia sedikit dalam berbuat keburukan, sehingga keselamatan diakhirat lebih dekat kepadanya daripada masuk kedalam golongan orang-orang celaka. 

Maka tak usah risau dengan dunia ini, ada ataupun tidak, suka ataupun tidak, menyenangkan ataupun menyakitkan, semua adalah kebaikan. Rasulullah menyampaikan dalam sabdanya :

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim).

Syukur dan Sabar

Syukur dan sabar adalah salah satu karakteristik seorang muslim. Kehebatan dan keistimewaanya terukur dari seberapa Ia bersyukur dan seberapa kuat Ia bersabar.

Janji dan jaminan Allah bersama mereka yang memelihara keduanya, tak peduli manis atau pahit dari rasa dunia mereka selalu menghadirkan keduanya.

Deretan Firman Allah ta'ala memberikan kabar gembira kepada para pelakunya.

"…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 177)

 "Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal: 46)

"Jika kamu bersyukur pasti akan Kutambah (nikmat-Ku) untukmu, dan bila kamu kufur, maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih" (QS lbrahim (14): 7).

Semoga Allah menggolongkan kita menjadi hamba-hamba yang bersyukur.


Lembang, 4 November 2018

ubaidillah

Perkenalkan nama saya Acep Firmansyah. Saya senang menulis berbagai hal mengenai aktivitas pribadi, isu-isu terkini, dan berbagai hal lainya. Terimakasih sudah berkunjung . Semoga teman-teman bisa mengambil manfaat.

No comments:

Post a Comment