Pages

Infak 15 Milyar/Tahun


Hari itu, Sabtu 2 November 2019 saya berkesempatan hadir dalam sebuah seminar wirausaha yang dikemas dengan model sharing session. Pemateri utamanya adalah Ust Azzam Mujahid Izzuhaq. Beliau dikenal sebagai founder  lembaga amal dan kemanusianya bernama AMI Foundation, yang telah banyak berkontribusi dalam program-program kemanusiaan baik didalam ataupun diluar negri, salah satu yang cukup terkenal adalah kunjungan beliau ke Xinjiang Uygur China untuk memberikan bantuan dana secara langsung dan melihat secara real kondisi umat Islam disana.

Hal yang cukup menarik dari aktivitas kemanusiaan beliau dan tim AMI Foundation adalah setiap bantuan yang  disalurkan tidak mengandalkan fundraising, namun semua ditanggung dari uang pribadi yaitu dari hasil bisnis yang beliau kelola.

Saya begitu penasaran apa rahasinya sehingga bisnis beliau mampu menghasilkan omset puluhan bahkan ratusan milyar/bulan.

Beliau mengatakan setiap tahun menginfakan setidaknya 20 s/d 30% keuntungan dari bisnisnya untuk dakwah sosial dan kemanusiaan yaitu rata-rata sebesar 15 Milyar/tahun atau 1,25 Milyar perbulan.

Secara kasar kita bisa menghitung berapa keuntungan bersih perbulan dari bisnis yang saat ini beliau jalankan. Jika perbulan beliau menyalurkan infak sebesar 1,25 Milyar dan angka tersebut adalah 30% dari keuntungan bisnisnya, maka setidaknya bisnis yang beliau jalankan mendapatkan keuntungan bersih 4,2 Milyar lebih /bulan. Anggka yang cukup fantastis untuk sebuah binis.

Kemudian beliau memaparkan bahwa jenis bisnis terbaik yang bisa berkembang cepat dan kuat adalah bisnis yang menggunakan model Social Enterpreneurship, yaitu sebuah bisnis yang mengedepankan konsep pemberdayaan terhadap masyarakat/lingkungan dimana bisnis tersebut berada, kemudian menjadi solusi terhadap kebutuhan ekonomi mereka . Beliau menceritakan salah satu unit bisnis yang menggunakan konsep pemberdayaan adalah pembukaan pabrik pengemasan kurma di negara Palestina, semula di wilayah  tersebut masyarakatnya sangat kekurangan, dan tidak punya pekerjaan karena memang dalam kondisi terjajah, namun memiliki potensi perkebunan kurma yang bagus dan selama ini tidak terekspouse, kemudian beliau membuka pabrik disana, membeli kurma dari petani dengan harga tinggi, kemudian merekrut pekerja dari para warga sekitar pabrik dan digaji dengan dengan harga tinggi juga. Selanjutnya kurma tersebut di eskpor keluar negri.

Beliau juga menyampaikan konsep sosial enterpreneurhip juga bisa diaplikasikan untuk penyaluran bantuan kepada para penerima korban bencana ataupun sejenisnya oleh lembaga amal ataupun perorangan. Penyaluran bantuan tidak serta merta memberikan bantuan begitu saja secara tunai namun dikemas dengan konsep pemberdayaan. Hal tersebut jauh lebih memberi nilai karena penerima bantuan akan menerima manfaat secara terus menerus. Misalnya ada seseorang/keluarga yang kurang mampu dimana untuk makan sehari-hari saja dia sangat kesulitan. Jika kita ingin memberikan bantuan, maka kita tidak memberikanya dalam bentuk uang tunai atau makanan secara langsung, namun uang tersebut kita berikan dalam bentuk modal/jenis usaha, dibuatkan gerobak tempat berjualan misalkan, ataupun model-model usaha lainya, sehingga orang yang kita berikan bantuan bisa berkembang dan menghasilakan uang secara mandiri.

Ustadz AMI juga sharing beberapa hal terkait tips and trik dalam berbisnis agar sukses dan berkah diantaranya :

Merubah Mindset
Mindset atau pola pikir adalah hal yang paling mendasar jika kita hendak terjun kedunia bisnis, mindset jiwa enterpreneur perlu dibangun dan dikuatkan, karena mindset ini yang mampu menggerakan aktivitas fisik. Jika mental jiwa pembisnis sudah dibangun maka kita akan mulai melakukan langkah-langkah konkrit untuk memulai bisnis.

Mengawinkan sosial dan enterpreneur 
Bisnis yang paling mudah berkembang adalah bisnis yang melibatkan orang banyak karena dia pada saat yang sama bisa menjadi marketing dari bisnis yang kita bangun, dikemas dalam konsep pemberdayaan, sehingga orang-orang yang terlibat dalam bisnis kita tidak diposisikan sebagai karyawan/pekerja dimana hanya cukup menggajih dan mengambil tenaganya, tetapi diposisikan sebagai partner sehingga mereka memiliki potensi dan peluang untuk maju bersama, kita memperhatikan sisi-sisi kemanusiaan dalam diri mereka baik yang sifatnya kesejahteraan ataupun kebutuhan jiwa mereka dalam bentuk pemenuhan ilmu pengetahuan, kebutuhan ruhani, dan lain sebagainya, sehingga orang yang bekerja bersama kita jiwanya tetap hidup dan berkembang yang tentunya menjadi investasi sumber daya manusia di kemudian.

Selanjutnya binis yang kita bangun harus menjadi solusi di tempat bisnis tersebut berada, beliau menceritakan seperti binis perusahan pengemasan kurma yang ada di Palestina, bisnis tersebut menjadi solusi terhadap masyarakat dinegara tersebut, sehingga kondisi dilapangan sangat kondusif dan aman tidak mendapatkan kendala apapun, tinggal kita memikirkan bagamana pemasaranya keluar negri. Karena banyak diantaranya perusahaan yang berdiri justru tidak menjadi solusi dilingkungan masyarakat tempat bisnis tersebut berada, sehingga tidak jarang terjadinya berbagai permasalahan sebab penolakan dan teror dari masyarakat dilingkungan tersebut.

Libatkan Banyak Orang
Melibatkan banyak orang dalam bisnis baik dari permodalan ataupun teknis adalah hal yang sangat baik terhadap perkembangan binis, terlebih yang terlibat adalah orang-orang yang memiliki kedekatan emosional yang sudah terbangun chemistry juga memiliki jaringan luas. Hal tersebut adalah salah satu aset utama, karena pada saat yang sama keterlibatan banyak orang juga menjadi kepanjangan informasi (marketing) dari bisnis yang sedang di bangun. seingga jangkauan informasi terkait produk yang dijual lebih cepat menyebar kepada para calon konsumen.

Secara hitungan bagi hasil keuntungan mungkin diawal-awal cenderung lebih kecil karena akan dibagi-bagi banyak orang, namun bisnis bisa dipastikan memiliki peluang cepat berkembang sehingga keuntungan akan terus berlibat, selain itu pula jaringan akan terbentuk lebih kuat ketimbang saat menjalankan bisnis secara personal.


Catatan :
Tulisan diatas memuat lebih banyak deskripsi dari pribadi penulis, namun secara garis besar ustadz AMI menyampaikan point-point pentingnya seperti yang tertulis diatas.


Ujungberung, 22 November 2019

ubaidillah

Perkenalkan nama saya Acep Firmansyah. Saya senang menulis berbagai hal mengenai aktivitas pribadi, isu-isu terkini, dan berbagai hal lainya. Terimakasih sudah berkunjung . Semoga teman-teman bisa mengambil manfaat.

No comments:

Post a Comment